Kali ini saya akan bercerita tentang kopiah yang telah saya produksi secara manual dengan ilmu yang telah Allah berikan kepada saya.Bermula dari hobi saya dalam mengoleksi berbagai macam kopiah semenjak saya masih ada di Pesantren, kerap kali kopiah yang menjadi pilihan saya ternyata juga banyak diminati olah teman-teman saya. Diantaranya waktu itu ada penjahit yang mempunyai ide membuat kopiah dari kain perca atau kain kelebihan jahitan. Kain perca banyak sekali motifnya, sehingga saya memilih kain sesuai keinginan saya untuk dijadikan kopiah. Waktu itu ongkos pembuatannya adalah dua ribu rupiah. Akan tetapi karna penjahit itu memang tidak special membuat kopiah untuk diproduksi, akhirnya timbul di benak hati saya bahwa bisnis kopiah batik kemungkinan menjadi prospek apabila dikembangkan.
Setelah saya menikah kebetulan sekali istri saya punya cita-cita menjadi penjahit tapi bukan kopiah melainkan pakaian. Setelah istri saya membeli mesin jahit bekas yang hargnya Rp. 400rb, saya meminta dia untuk melatih saya mengoperasionalkan mesin jahit tersebut dan akhirnya dalam tiga hari saya sudah dapat menggunakannya. Dengan didorong kemauan kuat yang ada pada hati saya untuk dapt membuat sendiri kopiah dari kain perca, saya mencoba mendatangi para penjahit lokal didekat rumah saya untuk saya mintai tolong membuat kopiah bundar. Secara teori dasar, pembuatan kopiah bundar tersebut sudah jadi walaupun bentuk maupun jahitannya belum rapi. Lalu saya praktekkan dan saya kembangkan sendiri dirumah dengan kain seadanya. Alhamdulillah saya bisa. Secara tidak sengaja muncul di otak saya setelah melihat sarung bekas yang motif dan warnanya lumayan bagus, akhirnya mulai saya potong dan jahit menjadi satu kopiah, dan ternyata hasilnya nggak malu-maluin. Akhirnya saya nekat memotong semua kain sarung tersebut menjadi kopiah semua dan ternyata jadi 12 biji kopiah. Iseng-iseng saya menawarkan produk saya kepada toko kitab milik teman saya, karna ini barang baru maka uji coba saya berani ambil resiko untuk menitipkan barang dagangan saya dengan perjanjian kalau laku baru bayar, kalau nggak laku barang kembali. Ternyata selang beberapa hari teman saya mengirim sms kepada saya bahwa semua produk saya sudah habis. Alhamdulillah…!!!
Bersambung….!!!




