Peci pada dasarnya ada yang mengatakan diambil dari bahasa belanda Pet artinya topi dan Je artinya kecil, ada pula yang mengatakan berasal dari bahasa arab ‘keffieh’, ‘kaffiyeh’, atau ‘kufiya’.Secara historis peci dipopulerkan oleh Bung Karno sebagai atribut kebesarannya saat mempertahankan Indonesia dari kolonial belanda. Sehingga sampai saat ini peci hitam yang digunakan Bung Karno terkenal dengan sebutan songkok nasional karna memang waktu itu berperan penting dalam pergerakan nasional.
Peci disebut juga sebagai songkok dan ada pula yang menyebutnya kopiah.
Terlepas dari masalah peci, mari kita fokuskan pembahasan ini pada masalah muru’ah.
Muru’ah merupakan kata sifat yang diambil dari kata “Mar’u” yang artinya manusia atau orang. Muru’ah pada dasarnya adalah sifat yang melekat pada manusia, sehingga dapat menjadikan perbedaan antara manusi dengan hewan. Imam Mawardi sebagai toko besar Islam dalam hal ini menjelaskan bahwa Muru’ah adalah Menjaga kepribadian atau akhlak yang paling utama sehingga tidak kelihatan pada diri seseorang sesuatu yang buruk atau hina.
Peci merupakan benda yang kelihatannya murah di pasaran, tapi sebenarnya mengandung nilai akhlak atau etika yang tinggi dalam berbusana. Contoh yang paling popular adalah Bung Karno sendiri. Selain itu semua Kyai dan ustadz yang kita jumpai mayoritas dalam keseharian bahkan acara tertentu tidak pernah melepaskan benda tersebut dari kepala. Dalam Islam pun juga sangat menganjurkan orang untuk selalu mengenakan penutup kepala diantaranya adalah peci tersebut. Apalagi ketika kita melakukan ibadah shalat seakan-akan merupakan sesuatu yang sudah semestinya dipakai mengingat adab kita sebagai seorang hamba yang sedang menghadap Tuhan semesta alam, walaupun secara hukum fiqh tidak ada kewajiban memakai peci.Secara testimoni coba anda perhatikan orang di sekitar anda antara yang mengenakan peci dan yang tidak mengenakannya akan nampak perbedaan dalam wibawa. Apalagi tidak memakai peci malah rambut acak-acakan bahkan di semir. Dalam hal ini peci digunakan pria yang fungsinya memiliki kemiripan dengan jilbab dalam segi adab.
Berbagai macam jenis peci telah beredar banyak di pasaran, anda dapat membelinya susuai dengan motif yang anda sukai.
Peci selain kita gunakan sebagai sarana untuk menjaga muru’ah dan tentunya dapat juga menutup sebagian pintu setan untuk menggoda kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar